15 Alasan Kenapa Kamu Susah Melupakan Mantan dan Tips MOVE ON!

Semakin berusaha dilupakan malah semakin teringat. Duh, mantan! Kenapa sangat susah melupakan mantan?

“Memorizing him was as easy as knowing all the words to your old favorite song,” – Red, TS. 

Kenapa Susah Melupakan Mantan?

Melupakan seseorang yang yang kamu sayangi itu pekerjaan yang tidak mudah. 

Kalian pernah bersama dan kamu bahkan melihat masa depan bersamanya. Kamu merasa bahwa hubungan ini bisa sempurna. 

Sayangnya, hidup tidak pernah semudah itu. Meskipun terasa sangat cocok, hubungan bisa putus karena seribu faktor lainnya dan kamu harus memahami itu. 

Dan patah hati itu perasaan yang menjijikan dan berat. Bagi sebagian orang, proses untuk move on dari hubungan yang gagal bisa berlangsung lebih lama dari hubungan itu sendiri. 

Lalu itu menimbulkan pertanyaan, ‘kenapa mantan susah dilupakan?”

Terkadang ini bukan tentang mantan kamu, tapi tentang apa yang kamu rasakan, pikirkan, dan alami bersama orang tersebut selama hubungan itu berlangsung dan akhirnya patah. 

1. Tidak mungkin otakmu melupakan cinta masa lalu

Ada penelitian yang menunjukkan bahwa secara umum seseorang membutuhkan waktu sekitar 6-18 bulan untuk melupakan putus cinta. 

Faktanya memang tidak mungkin untuk melupakan cinta masa lalu itu karena kamu nggak bisa mengendalikan ingatan kamu sendiri. 

Kecil kemungkinannya untuk kita bisa benar-benar melupakan cinta di masa lalu, karena otak nggak bekerja untuk menghapus memori tersebut. 

Untungnya, kita bisa coba mengatur dampak emosional dari patah hati tersebut. 

Kita bisa belajar untuk menggunakan proses kesedihan tersebut untuk mengontrol perasaan kita agar bisa menerima kenyataan baru ini.

2. Memori emosional dan penanda somatik

Manusia adalah makhluk emosional dan kita belajar menggunakan logika dan akal, menghubungkan itu semua. 

Emosi yang kita miliki adalah potongan kepingan puzzle yang kita butuhkan untuk bisa terhubung satu sama lain. 

Berkat emosi-emosi tersebut, kita dapat menjalin ikatan, memiliki kasih sayang, berempati, berekspresi, saling peduli, mengasihi, mengenal risiko, dan mencari kesejahteraan kita sendiri.

Itu sebabnya mengapa otak mengaggap cinta adalah bagian yang penting. Sesuatu yang membuat kamu merasa nyaman dan aman dalam hubungan romantis. 

Kamu tahu, mencintai dan merasa dicintai dapat mengurangi stres dan ketakutan serta membuat jiwa kita jadi hangat. 

Makanya, saat ada pengkhianatan, kekecewaan, atau perpisahan yang tidak terduga bisa membuat kamu benar-benar merasa sakit hati dan fisik. 

Memori emosional setelah kamu menjalin hubungan yang dalam dengan seseorang menciptakan banyak penanda somatik. 

Penanda somatik adalah pengalaman yang dikaitkan otak dengan hal-hal emosional yang intens. Misalnya, pelukan, kasih sayang, percakapan, aroma, momen intim, rasa, dan momen lainnya yang meninggalkan perasaan deep dan personal buat kamu. 

Itu semua meninggalkan jejak kebahagiaan, kedamaian, kesehatan, harapan, dan perasaan lainnya yang berarti buat kamu. 

Penanda somatik emosional ini dibuat dalam bentuk koneksi saraf yang tahan lama.  Penanda somatik emosional akan selalu ada. 

Ini sebabnya mengapa kamu tidak cepat lupa akan sesuatu. Bila kamu ingat aroma parfum yang sama, kamu akan ingat mantan kamu lagi, misalnya. 

Hebatnya, ini bukan hanya membuat kamu teringat akan kenangan itu tapi juga bisa membawa kamu kembali ke perasaan yang sama saat itu.

3. Cinta masa lalu mewakili bagian dari dirimu dan cerita hidupmu

Memang menyebalkan saat seseorang memberi kita nasihat untuk segera melupakan mantan karena itu mudah baginya. 

Sialnya, mantan kamu bukan hanya terdiri dari daging dan tulang yang punya wajah dan bisa bicara. Dia–sama seperti kamu–juga merupakan bagian dari kisah-kisah, pengalaman, memori, ingatan, dan momen-momen yang saling terhubung. 

Kita tidak bisa begitu saja melupakan seseorang dari hidup kita, karena itu berarti harus menghapus sebagian dari diri kita juga. 

Kamu pernah berpacaran dengan seseorang selama 6 bulan, misalnya, maka 6 bulan bersama orang itu menciptakan banyak momen spiritual dan emosional bagi kamu sendiri. Apalagi bila durasi pacarannya bertahun-tahun, itu adalah bagian dari hidupmu yang penting dan tidak bisa kamu lupakan. 

Kamu dan mantan kamu mungkin bertumbuh, belajar, berkerasi, dan menciptakan sesuatu bersama. Kamu akan melihat versi diri kamu yang lebih muda dengan berbagai pengalaman di masa itu saat mengingat mantan kamu juga. 

Otak manusia nggak akan pernah ingin melupakan diri kamu di masa lalu. 

Apapun yang terjadi di masa lalu, bersama siapapun itu, hal yang kamu lihat, rasakan, alami, dan pelajari akan membentuk kamu di hari ini. 

Melupakan itu semua (termasuk mantan kamu) akan terasa seperti mencoba menghapus seluruh bab dari buku kisah hidup kamu sendiri. 

4. Mantan mengubah cara kamu melihat diri kamu sendiri

Tentang jatuh cinta adalah kamu dan dia menjadi begitu dekat hingga menjadi ‘kita’. Seperti kalian hampir menyatu. 

Kalian berbagi banyak pengalaman, perasaan, dan proses lainnya. Kalian juga bertukar informasi, sifat, keterampilan, dan perspektif. 

Karena dia suka main badminton, kamu jadi suka main badminton. Karena dia ajak kamu nonton film horor, kamu jadi nonton film horor. Karena dia selalu dengar musik The Smiths, kamu jadi hafal seluruh lirik lagu-lagu The Smiths. Dan sebagainya, kalian melebur jadi paket menyatu. 

Bahkan, batas-batas psikologis antara dua pasangan dapat kabur dalam beberapa cara yang berbeda.

Ketika hubungan itu berakhir, semuanya jadi terbalik. Kamu akan mulai mempertanyakan banyak keyakinan kamu tentang diri kamu sendiri.

Misalnya, ‘apa gw benar-benar suka badminton, film horor, dan The Smiths?’ ‘Atau, gw hanya berusaha untuk membuatnya bahagia saja dan bisa fit in?’

Belum lagi segala kebiasaan yang kalian bagi bersama, aktivitas, dan berbagai momen-momen itu. Ketika semuanya pelan-pelan hilang, kalian akan mulai mempertanyakan banyak hal pada diri sendiri. 

Penelitian oleh Erica Slotter, seorang profesor psikologi di Universitas Villanova, dan rekan-rekannya menegaskan bahwa ketidakpastian ini secara psikologis membuat stres. 

5. Mantan mengubah ritme biologis kita

Ketika kamu menjalin hubungan romantis yang dalam dengan seseorang, pasangan kamu pasti akan punya pengaruh kuat pada pikiran, perasaan, dan psikologis kamu. 

Pasangan kamu juga membantu menjaga keseimbangan sistem mental dan fisik kamu. Bentuk dari cinta dan mencintai itu menjadi seperti alarm, selimut, dan segala bentuk support system

Maka saat kamu putus, semua bentuk itu akan hancur (pelan-pelan atau secara brutal). 

Putus cinta menunjukkan banyak tanda-tanda disregulasi fisik yang sama seperti saat bayi jika dipisahkan dari pengasuhan: agitasi fisik, gangguan tidur, nafsu makan tidak teratur, dan sebagainya.

Mantan kamu juga mungkin bagian yang membuat siklus internal kamu ada pada lajur yang benar. Sehingga saat dia pergi, kamu juga kehilangan diri kamu sendiri dan ini mengacaukan ritme sirkadian kamu. 

Ketika memikirkan perpisahan yang menyakitkan, seseorang mungkin juga akan menunjukkan tanda-tanda stres. Ini juga menjadi alasan kenapa susah melupakan mantan.

6. Perpisahan bahkan lebih sulit ketika hubungan itu sangat berkomitmen

Huh, ini dia kenapa sangat susah melupakan mantan. Ketika hubungan sudah sampai pada titik komitmen terdalam, melepaskannya akan seperti menghancurkan seluruh perasaan dan usaha yang sudah susah-payah dibangun. 

Komitmen adalah sumber daya yang tak ternilai untuk sebuah hubungan. Komitmen lebih dari sekadar kasih sayang atau cinta, karena ini memotivasi pasangan untuk tumbuh, berjuang, menjaga, dan memberikan pengorbanan terbaik. 

Komitmen melibatkan tidak hanya niat untuk tetap bersama orang yang kamu cintai, tapi juga perasaan terikat secara mendalam pada orang tersebut–secara otomatis kamu melibatkannya ke pikiran kamu tentang masa depan bersamanya. 

Memang, pasangan yang sudah berkomitmen akan berusaha agar hubungan tidak putus. 

Tapi saat perjuangan sudah pada batas terakhir dan harus memutuskan hubungan, dampak kerusakan emosional bisa sangat buruk dan parah bagi keduanya. 

7. Kamu belum menerima kenyataan bahwa hubungan sudah berakhir

Ketika kamu tetap pada pendirian bahwa hubungan itu bisa diperbaiki padahal kalian sudah putus, kamu nggak akan pernah bisa fokus untuk melupakannya. 

Kamu melupakan fakta bahwa hubungan sudah berakhir karena berbagai macam faktor.

Ya, kamu mungkin pernah menginvestasikan banyak tenaga dan waktu sehingga kamu jadi sulit melupakan mantan. 

Padahal, kamu harusnya sudah sadar tanda-tanda putus atau kode-kode bahwa hubungan itu sudah mulai gagal sebelumnya. 

8. Kamu masih mengawasi mantan

Jangan tanya kenapa sangat susah melupakan mantan kalau kamu masih suka kepoin dia di media sosial. 

Mungkin kamu masih diam-diam membuka akun profilnya meskipun kamu sudah diblokir. Kamu mungkin masih bertanya kabar mantan kamu melalui teman. 

Ini akan membuat otak kamu yang memang tidak bisa melupakan dia untuk semakin memikirkan dia lagi dan lagi. 

It’s OK! Ini Alasan Kenapa Harus Unfollow Mantan

9. Kamu belum mendapat closure

Mungkin cara kalian putus dulu adalah karena dia ghosting kamu tiba-tiba. Dia nggak kasih kamu alasan dan bahkan nggak ucapin selamat tinggal. 

Kamu belum dapat closure yang kamu butuhkan untuk move on. 

Closure atau penutupan mengacu pada memiliki rasa pengertian, kedamaian, dan finalitas yang diterima tentang kenapa hubungan berakhir. 

Ketika kamu mendapat alasan dan penjelasan kenapa hubungan itu harus putus, ini bisa memudahkan kamu untuk mengerti dan merelakannya. 

TIPS: Kamu nggak butuh closure dari mantan kamu. Mantan kamu bisa menjelaskan semalam suntuk kenapa kalian sebaiknya putus saja, tapi kamu tetap saja bisa penasaran dan nggak terima sama alasan dia. 

Kamu hanya menemukan closure pada diri kamu sendiri. Pencarian closure dan cara move on itu biasanya sejalan. 

“I know that it’s over. I don’t need your closure” – TS, closure

10. Tingkat percaya diri yang rendah

Kamu mungkin merasa:

  • Takut nggak ada yang bisa mencintai kamu selain dia.
  • Takut nggak punya siapa-siapa.
  • Nggak merasa pantas untuk dicintai. 
  • Sudah terlanjur nyaman dan lama sama dia. 
  • Dan berbagai isu kepercayaan diri dan pemikiran negatif kamu sendiri. 

Berbagai jebakan pikiran itu bisa membuat kamu merasa semakin sulit melepaskannya. Ini salah satu alasan kenapa susah melupakan mantan. 

11. Hubungan itu semua tentang dia 

Kamu pernah ada di zona nyaman hubungan sama mantan kamu. Kamu mungkin sangat terpesona sama dia hingga kamu investasi cinta dan tenaga yang begitu besar di hubungan tersebut. 

Kamu juga akan punya perasaan takut bila kehilangan dia, atau harus hidup tanpa dia. 

Hubungan yang berat sebelah, karena semuanya tentang dia. Ini akan membuat kamu merasa sulit menyesuaikan diri sendiri setelah kalian putus. 

Kenapa sangat susah melupakan mantan?

12. Perasaan yang tertinggal 

Ini bukan tentang kamu masih sayang sama mantan kamu. Tapi, ada banyak berbagai perasaan yang tertinggal tentang mantan kamu.

Seperti, kamu masih:

  • Marah, 
  • Benci, 
  • Sedih, 
  • Merasa bersalah, 
  • Merasa harus minta maaf, 
  • Merasa menjadi korban, 
  • Merasa disakiti, 
  • Dan segala bentuk emosi dan perasaan yang ugh menyebalkan banget masih bertumpuk di hati kamu. 

Ini bisa terjadi karena ada masalah yang belum selesai, balik lagi tentang closure, dan ya tentang koneksi emosi dan otak tadi lagi. 

13. Kamu kesepian tanpa dia

You don’t miss your ex, you are just lonely. 

Kamu mungkin punya banyak waktu melamun, dan ya mau apa lagi kalau bukan untuk pikirin mantan dan segala penyesalan masa lalu. Itu penyebab kamu susah move on dan makin susah melupakan mantan.

Coba sibukan diri kamu dengan berbagai aktivitas positif yang menambah nilai positif bagi hidup kamu. 

14. Berpegangan pada kenangan yang manis saja 

Kamu masih suka ingat-ingat kenangan manis dan baik tentang mantan kamu. Itulah kenapa mantan susah dilupakan!

  • Padahal dia baik banget sama aku…
  • Padahal kita terlihat cocok…
  • Padahal dia sudah sempurna banget buat aku…

Tarik napas, huh! 

Hanya karena seseorang sangat sempurna buat kamu, bukan berarti kalian cocok dan berjodoh. 

Kamu sudah mencoba menjalani hubungan sama dia, dan faktanya itu tidak berhasil. 

Tolong lihat juga kenangan buruk sama dia dan apa yang membuat hubungan itu tidak akan mungkin diperbaiki.

15. Kamu memang nggak mau belajar merelakannya

‘I felt that. Bertemu seseorang yang sebenarnya bisa move on tapi emang bego nggak mau move on. Mungkin dia memang suka menyiksa dirinya sendiri dengan bertahan di masa lalu’ 

It’s Okay! Kamu butuh waktu dan tenaga untuk merelakan seseorang yang pernah sangat dekat dengan jiwa dan hatimu 

Ini beberapa katalog tentang cara move on

Hah, itulah beberapa alasan kenapa susah melupakan mantan. Semoga kamu bisa move on, ya! 

Pelan-pelan saja. Bila ini mengganggu kehidupan personal kamu dan menunjukan tanda-tanda masalah kesehatan mental, kamu bisa konsultasi ke psikolog, ya! 

Referensi: 

  1. globalnews.ca/news/3527490/5-reasons-why-you-still-cant-get-over-your-ex/
  2. http://www.vox.com/first-person/2017/1/3/14100360/breakup-survival-strategies
  3. exploringyourmind.com/why-is-it-so-hard-to-forget-a-past-love/
  4. anmolrawat.com/hard-to-forget-someone/

Author: Terdevan

I'll write to you. A super-long letter, like in an old-fashioned novel.” — Haruki Murakami

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s