Penyebab Susah Melupakan Mantan walau Sudah Menikah

Jalan mundur bisa bikin kamu jatuh, loh.

Ini pembahasan tentang sudah menikah tapi susah melupakan mantan. Kenapa dan bagaimana cara mengatasinya? 

Sudah menikah tapi susah melupakan mantan, apa penyebabnya? 

Ada juga seorang suami atau istri yang ternyata masih belum move on dari mantannya dulu. 

Mungkin dulu mereka punya hubungan yang sangat spesial dan berarti hingga bayang-bayang mantannya tetap menghantui. 

Ini bukan skenario yang diinginkan karena bisa berbahaya sekali pada kelanggengan rumah tangga di masa depan. 

Pahami dulu penyebab seseorang susah melupakan mantan walau sudah menikah berikut ini: 

1. Nikah dalam keadaan tidak siap mental 

Secara spesifik dan sewajarnya, kamu akan menikahi seseorang yang kamu sayangi. 

Kamu juga akan mempersiapkan semuanya dengan semaksimal mungkin, meskipun bakal ada banyak tantangan nantinya.

Namun, ada juga orang-orang yang menikah bukan karena dia sudah siap, melainkan untuk memenuhi tuntutan lain seperti keluarga, usia, dan lainnya. 

Ada juga yang memutuskan menikah karena, “gw nikah aja deh sama si A, daripada nanti gagal lagi” 

Atau, “Kalau gw udah nikah, pasti gw bakal lupa sama mantan… dan jadi orang yang lebih baik”. 

Menikah saat belum siap secara batin dan mental bisa membahayakan diri sendiri dan pasangan nantinya. 

Sangat baik bila kamu bisa belajar sambil menjalaninya, tapi seringkali jalannya akan lebih sulit karena salah ‘start’

Baca juga tentang: alasan kenapa mantan tidak mengundang kamu ke pernikahannya

2. Ada masalah rumah tangga 

Ada banyak frasa dan ekspektasi tentang, “mereka menikah dan hidup bahagia”.

Padahal, kehidupan pernikahan tidak selalu membahagiakan–dalam artian pasti ada banyak tantangan dan masalah. 

Bukan berarti itu buruk, tapi itulah proses kedua orang yang berbeda untuk bisa bersatu dengan cara saling mengerti, menghargai, mempelajari, dan sebagainya. 

Ketika ada masalah pada rumah tangga, seseorang bisa mulai mengingat masa lalunya yang indah. ‘Ah, coba gw nikahnya sama mantan itu, pasti nggak bakal sedih gini kehidupan rumah tangga gw…’

Padahal, belum tentu hidup dengan si mantan itu bakal lebih baik (faktanya kalian sudah putus lama karena memang tidak cocok). 

Mungkin kita hanya romantisme masa lalu untuk melewati masa ini bila begitu. 

3. Berpikir kalau mantan kamu adalah yang terbaik 

Berawal dari gesekan dan berbagai masalah di rumah tangga, seseorang bisa mulai membandingkan pasangannya sekarang (suami atau istri) dengan mantannya. 

  • “Mantan gw dulu baik banget padahal, kenapa gw malah nikahnya sama yang begini, ya?”
  • “Mantan gw dulu kaya dan royal, kok gw malah milih suami yang nggak punya duit gini sih…”

Dan berbagai perbandingan lainnya yang mulai diungkit-ungkit lagi. Faktanya, mantan kamu juga belum tentu sesempurna itu juga. 

Kamu hanya memanggil kembali memori positif tentang si mantan (dan melupakan sisi negatif mantan) hanya karena kamu tidak ‘bahagia’ di hubungan rumah tangga saat ini. 

Padahal, semua masalah rumah tangga kamu sekarang tidak ada korelasinya dengan kehadiran mantan kamu dulu. 

4. Masih follow atau berusaha kontak mantan di media sosial

Kenapa ya susah melupakan mantan walau sudah menikah? Apa kamu masih atau mulai terkoneksi sama dia lagi melalui media sosial?

Ini bisa membangkitkan cinta di masa lalu, yang tidak realistis. Mantan kamu pasti menunjukan sisi baiknya saja di media sosial, membuat siapa pun berpikir bahwa hidupnya baik-baik saja. 

Kamu mungkin membandingkan kondisinya di media sosial kamu dengan kondisi rumah tangga kamu secara nyata, jelas itu pasti beda–dan tidak seharusnya dibanding-bandingkan. 

Wong ko ngene kok dibanding-bandingke (banding-banding). Saing-saingke, yo mesti kalah. Ku berharap engkau mengerti, di hati ini. Hanya ada kamu – Ojo Dibandingke, Abah Lala

Baca juga tentang: bahaya stalking mantan di sosial media

5. Trauma masa lalu 

Trauma masa kecil tentang kehilangan keterikatan terpenting dalam hubungan mungkin muncul lagi setelah seseorang putus cinta. 

“Terkadang perpisahan itu sendiri bukanlah apa yang mengganggu seseorang—ini adalah makna di balik perpisahan itu dan ingatan awal terkait yang meminta untuk ditangani.” Kata Emmy Crouter, LSW, seorang terapis di Emboldened Counseling di Denver, Colorado.

Ya, menyebalkan juga bila kita masih terkoneksi dengan luka lama dan mengabaikan tentang kebahagiaan yang kita punya saat ini. 

6. Kehilangan diri sendiri 

Kamu mungkin kehilangan dirimu (jiwamu) sendiri setelah putus dari mantan. Kamu tidak tahu apa yang harus kamu lakukan tanpa mantan kamu. 

Alih-alih memulihkan mental dan jiwa kamu, kamu mungkin memutuskan untuk menikah biar ada teman hidup yang bisa bimbing kamu, jaga kamu, dan sebagainya. 

Sayangnya, kamu tidak bisa meminta orang lain untuk membahagiakan kamu sebelum kamu menyembuhkan diri sendiri. 

Kamu mungkin jadi terjebak, sudah menikah tapi belum move on, karena kamu belum bisa membangun sistem pendukung baru yang kuat untuk diri sendiri yang tidak bergantung pada pasangan romantis.

7. Tidak sengaja terhubung lagi dengan mantan 

Umm, mungkin kamu (sengaja atau tidak) terhubung lagi dengan mantan kamu. Tidak sengaja bertemu secara langsung, melalui media sosial, acara reuni, atau kesempatan tidak terduga lainnya. 

Tapi, seseorang seharusnya tidak semudah itu bisa jatuh cinta lagi sama mantannya. Setelah banyak hal yang terjadi pada hidupmu, apakah mantan kamu masih relevan?

Bila iya, mungkin kamu belum cukup berduka dan belum cukup sembuh waktu itu. Belum cukup ikhlas untuk merelakan seseorang yang memang nggak berjodoh selamanya sama kamu.

Mungkin juga belum cukup mencintai diri sendiri dan apa yang kamu miliki sekarang. 

Baca juga tentang: tips move on dengan cepat dan efektif!

8. Belum cukup belajar 

Maaf untuk mengatakannya dengan jelas. Kenapa sudah menikah tapi belum move on, mungkin karena kamunya memang tidak mau move on. 

Ketika kamu memutuskan untuk menikah, kamu sudah komitmen untuk mau hidup selama-lamanya dengan pasangan kamu ini. Dalam perjalannya, kalian bekerja sama agar hubungan kalian langgeng terus dan bisa bertahan di tengah badai dan segala bencana.

Bila kamu memang belum move on dari mantan kamu, sebaiknya pulihkan diri dulu. Jangan menggunakan orang lain untuk melupakan seseorang, apalagi sampai sudah menikah. 

Mungkin ada beberapa orang yang sudah menikah tapi susah melupakan mantan. Semoga menemukan cara move on paling efektif buat kamu. 

Pikirkan bahwa ini tidak adil untuk pasanganmu, karena kamu sudah menikah dengan dia tapi pikiranmu ada di masa lalu. 

Author: Augusta Adinda

“Misery, sadness, loss of faith, no reason to live… this is perfect for you.” — Vance from 500 days of Summer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s