14 Tips Pacaran Sehat untuk Anak Sekolah dan Kuliahan

Dear anak sekolah dan anak kuliahan yang lagi kasmaran, ini ada beberapa tips pacaran sehat buat kalian. 

Tips Pacaran Sehat untuk Anak Sekolah dan Kuliahan

Ah, masa-masa indah di sekolah atau kampus saat kamu menemukan cinta pertama adalah masa-masa yang indah. 

Kamu mungkin mengalami banyak momen pertama: pertama kali jatuh cinta, pacar pertama, ciuman pertama, gebetan pertama, berbunga-bunga pertama kali, dan mungkin juga patah hati untuk yang pertama kalinya. 

Meskipun banyak yang melarang anak sekolah buat pacaran biar fokus pendidikan dulu, sebenarnya nggak ada salahnya juga. Asalkan, tahu batasan dan dijalani dengan baik-baik. 

Faktanya, anak usia belasan tahun atau awal 20an memang lagi masa-masanya untuk eksplorasi tentang hubungan dan cinta-cintaan. 

Nah, ikuti beberapa tips pacaran sehat anak sekolah dan kuliah berikut ini:  

1. Jangan Pacaran Terlalu Serius

Anak SMA dan bahkan anak SMP sudah memahami pacar-pacaran. Malahan ada yang sampai udah panggil ‘ayah bunda’ padahal masih suka minta uang jajan ke orang tua buat beli es Nutrisari. 

Eh maksudnya, pacaran pas masih sekolah boleh saja. Asalkan, jangan serius-serius amat. 

Ya, kamu tetap setia sama pacar kamu tapi dibawa santai saja–sewajarnya saja. 

Tetap nikmati hidup kamu di masa muda, jangan sampai sudah kebelet menikah karena modal cinta saja yaaa. 

2. Perjalanan Cinta Kamu Masih Panjang 

Nyambung lagi, tentang mencintai seseorang sewajarnya saat usia kamu juga masih di bawah umur.

Perjalanan hidup kamu masih sangat panjang. Harus lulus sekolah dan lulus kuliah dulu, belajar ini dan itu, dan sebagainya. 

Bila kamu terlalu fokus pacaran dan lupa sama impian kamu lainnya, itu berisiko. 

3. Utamakan Pendidikan

Bukan berarti kamu harus belajar terus. Boleh kok kencan, pacaran, dan hangout sama sama dia. 

Tapi, jangan sampai urusan sekolah kamu jadi berantakan. Atau, tugas kampus jadi kacau karena kamu terlalu fokus sama kebutuhan pacar kamu. 

Buat daftar prioritas yang baik. Misalnya, kamu harus selesaikan tugas dan ekstrakurikuler, baru deh bisa teleponan sama ayang. 

4. Dengarkan Nasihat dari Orang Dewasa Sekitar Kamu 

Tips pacaran sehat remaja adalah dengan mendengarkan dan memahami nasihat orang tua atau mereka yang lebih dewasa dari kamu.

Memang, omongan orang tua kadang membosankan dan menyebalkan. Tapi, sebagainya itu benar. Mereka pasti berusaha yang terbaik buat kamu. 

Kalau kamu kurang nyaman untuk ngobrol sama keluarga tentang kisah cinta kamu, bolehlah belajar dari orang lain yang berpengalaman. Orang-orang baik yang kamu percaya. 

5. Pahami Cinta Nggak Semanis Itu

“Adek, cinta nggak semanis itu…” Sepertinya kita mulai familiar dengan quotes ini, ya. Karena ini memang benar.

Ketika kita masih lebih muda, ada beberapa hal yang mungkin belum kita pahami.

Seperti, saat kita pikir pacar kita saat ini yang paling baik dan sempurna dan kalian akan  hidup bahagia selamanya–padahal selain cinta ya ada banyak hal dalam hidup yang harus kita pelajari. 

6. Pelajari Proses Pengembangan Diri Sendiri 

Tips pacaran sehat anak sekolah dan anak kuliahan: Jangan hanya fokus sama hubungan percintaan kamu, tapi juga fokus sama proses pengembangan diri masing-masing. 

Belajar soft skills dan kembangkan kecerdasan emosional. 

Boleh ada waktu buat pacaran, tapi luangkan waktu dan tenaga semaksimal mungkin buat belajar hal-hal baru yang berguna bagi hidup di masa depan. 

7. Saling Motivasi

Pacaran sehat adalah hubungan yang bisa saling bermanfaat, memberi semangat, dan memotivasi untuk tujuan yang baik. 

Bagi anak sekolah, maka kedua pasangan harus bisa sama-sama mengingatkan buat fokus belajar atau saling mendukung untuk mencapai prestasi di sekolah atau acara di luar sekolah. 

Juga saling membantu, misalnya bantu pacar belajar olahraga, ilmu eksak, belajar musik, dan sebagainya. Have fun dan belajar bareng! 

Pasti, bakal keren banget kalau pacaran dan dua-duanya punya performa bagus di satu atau beberapa bidang. 

8. Tahu Batasan 

Karena terlalu dimabuk cinta dan belum paham realita, banyak anak muda yang kebablasan. 

Terlalu penasaran atau mau eksplor tapi nggak tahu batasannya. Hasilnya, bisa saja jadi terlalu berkorban, terlalu bucin, atau bahkan salah langkah. 

Masing-masing orang harus tahu batasan pacaran dan saling menghargai batasan tersebut. Contoh sederhana, si cewek nggak boleh pulang lebih dari jam 9 malam, maka antarkan dia pulang sebelum jam 9 malam.

Memang sih, di masa muda adrenalin sangat tinggi, sangat berani, dan ya biasanya agak nakal-nakal dikit. Tapi tetapkan batasan di awal ya biar nggak keluar jalur dan hubungan kalian tetap sehat. 

9. Perluas Pergaulan yang Positif 

Ada beberapa kasus di mana anak sekolah yang sudah pacaran, akan menghabiskan waktu dan fokus yang terlalu banyak untuk pacarnya. 

Sampai dia jadi nggak punya teman, karena si pacar akan cemburu atau posesif.  

Sebaiknya, tetap bergaul sama teman-teman kalian, ikut komunitas, berada di circle yang positif. Itu akan membantu kamu mengembangkan social skills. 

10. Kerja Sama dengan Baik 

Di antara rasa sayang dan cinta yang oh begitu menggebu-gebu, hubungan yang sehat itu butuh kerja sama. Di antaranya: 

  • Saling mengerti.
  • Saling mendengarkan.
  • Saling membantu. 
  • Saling memotivasi.
  • Saling perhatian.
  • Menjalin komunikasi dua arah.
  • Saling bernegosiasi bila ada perbedaan. 
  • Tidak memaksa, tidak menuntut, dan tidak bermain perasaan. 

11. Pikirkan Masa Depan

Dengarkan kata orang tua kamu tentang semua tips pacaran sehat anak sekolah.

Sangat manis punya cerita cinta-cintaan di masa sekolah, tapi jangan terbuai di satu titik itu. 

Kalian harus tetap punya impian masa depan dan berusaha mewujudkannya. 

12. Tetapkan Ekspektasi yang Realistis

Ekspektasi: Punya pacar yang baik dan sempurna, lulus sekolah, masuk universitas terbaik, lulus kuliah, dapat pekerjaan yang enak dan gaji besar, lalu menikah, dan kalian hidup bahagia.

Realita: Hidup nggak akan bisa semulus itu. Siapa pun itu.

Kamu akan menghadapi banyak tantangan, masalah, dan pembelajaran yang bikin kamu jadi kuat dan bijaksana. 

Lalu tentang pasangan, jangan buru-buru membuat keputusan.

Temukan dulu diri kamu, sebelum kamu mampu mencintai orang lain. 

13. Belajar Seks Edukasi

Tips pacaran sehat selanjutnya adalah ayo belajar tentang seks edukasi dari ahlinya. 

“Pendidikan seks adalah penyediaan informasi tentang perkembangan tubuh, seks, seksualitas, dan hubungan, bersama dengan pengembangan keterampilan untuk membantu kaum muda berkomunikasi dan membuat keputusan yang tepat mengenai seks dan kesehatan seksual mereka”. Dilansir dari Advocates for Youth.

Salah satu manfaat pendidikan seks sejak dini adalah membantu mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terkait seksual, misalnya kehamilan yang tidak direncanakan dan penyebaran infeksi menular seksual. 

14. Perhatikan Red Flags

Ketika kita masih muda, kita sering mengabaikan tanda-tanda toxic relationship. 

Sering kali, anak sekolah yang baru pacaran punya standar hubungan yang kurang tepat. 

Misalnya, menormalisasi bahwa cewek posesif itu tanda bahwa dia sayang. Cowok kasar itu karena dia sayang. Mencoba hal-hal yang terlalu nakal sebagai bukti cinta. Mengizinkan pasangan manipulatif masuk ke hidup kita begitu saja. Dan sebagainya. 

Sebelum kita membuat keputusan untuk berhubungan dengan lawan jenis dalam level emosional yang lebih dalam, mohon pahami batasan dan ciri-ciri hubungan toxic.

Serta, buat standar untuk healthy relationship dan tipe pasangan yang ideal kamu seperti apa.

Usahakan bisa mengontrol rasa jatuh cinta kamu itu. Sering kali, atas nama cinta kita bisa menormalisasi sesuatu yang tidak pantas atau menjadi bodoh. 

Apalagi bagi anak muda yang masih bertumbuh dan eksplorasi. Memang, kita akan banyak coba-coba dan melakukan kesalahan. Tapi setidaknya, jadikan kesalahan itu pelajaran berharga. 

Apa Itu Pacaran Sehat?

Berdasarkan NY.GOV, pacaran sehat adalah hubungan yang melibatkan kejujuran, kepercayaan, rasa hormat, dan komunikasi terbuka antara pasangan. Membutuhkan upaya dan kompromi dari kedua orang tersebut. 

Tidak ada ketidakseimbangan kekuatan. Pasangan menghormati independensi satu sama lain, dapat membuat keputusan sendiri tanpa takut akan pembalasan, dan berbagi keputusan.

Referensi: 

  • What Does a Healthy Relationship Look Like? ny.gov/teen-dating-violence-awareness-and-prevention/what-does-healthy-relationship-look
  • advocatesforyouth.org/resources/fact-sheets/sexuality-education-2/
  • suu.edu/blog/2018/08/ten-tips-for-healthy-relationships.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s