Apa Itu Fetish? Jenis, Ciri, dan Penyimpangan Seksual?

Fetish adalah satu topik menarik dalam pembahasan tentang cinta dan konteks seksual. Fetish adalah kecenderungan seksual yang membuat seseorang lebih terangsang. Pahami apa itu fetish, ciri, dan apakah termasuk dalam jenis gangguan seksual dalam pembahasan ini. 

Apa Itu Fetish?

Fetish adalah objek yang bukan seksual atau bagian tubuh aseksual yang sangat diminati seseorang dan dapat merangsang atau meningkatkan minat seksual orang tersebut. Contohnya, seorang laki-laki menjadi sangat terangsang pada kaki wanita, saat melihat pakaian dalam, kaos kaki, benda-benda lain, atau bagian tubuh tertentu dari pasangannya. 

Dalam konteks yang lebih umum, arti fetish menggambarkan minat seksual tertentu, seperti permainan peran seksual (roleplay), preferensi untuk karakteristik fisik tertentu, dan aktivitas atau objek seksual yang disukai untuk meningkatkan gairah dan sensasi seksual. Jadi, orang itu akan selalu ingin melibatkan fetish itu untuk mendorong gairah seksualnya. 

Baca Juga: 48 Jenis-Jenis Orientasi Seksual (Queer, LGBTQIA+, Homoseks, dll)

Macam-Macam Fetish

Ada banyak sekali jenis fetish. Dilansir dari School Work Helper, jenis fetish yang paling umum dibagi menjadi tiga, yaitu:

  • Fetish pada objek benda mati seperti pakaian dalam wanita, baju seksi wanita, kaos kaki, sarung tangan, gaun sepatu, kaos kaki, stocking, dan lainnya. Jadi, orang itu akan lebih terangsang saat pasangannya mengenakan benda-benda tersebut. 
  • Fetish bagian tubuh seperti leher, kaki, bibir, payudara, rambut, bokong, telinga, dan lainnya. Jadi, orang itu senang melihat atau menyentuh bagian tubuh tersebut hingga menjadi sangat terangsang. 
  • Fetish dengan objek yang aneh seperti sentuhan beludru, rasa geli dari bulu-bulu, karet, kulit, dan lainnya.

Umumnya, fetishist (orang yang memiliki fetish) harus melihat, mencium, merasakan, dan menyentuh objek fetish-nya agar terangsang dan bersiap untuk hubungan seksual. Namun dalam beberapa kasus, fetishist sudah merasa orgasme (puas/klimaks) hanya dengan melihat objek fetish itu tanpa hubungan seksual sama sekali. 

Berdasarkan Sigmund Freud, fetish bisa berupa sesuatu yang tidak terlihat oleh orang lain. Pasien Freud ada yang memiliki fetish pada kilau hidung wanita yang membuatnya sangat terangsang. 

Selain itu, jenis fetish lain dapat berupa aktivitas seksual tertentu di mana aktivitas tersebut harus dilakukan saat hubungan seks agar merasa terangsang. Misalnya, fetisisme BDSM  (Bondage, Discipline, Dominance, Submission, dan Sadomachochism). Kita bahas lebih dalam pada poin selanjutnya. 

Apakah Fetish Termasuk Penyimpangan Seksual?

Hal yang harus digaris bawahi adalah setiap orang dewasa yang aktif secara seksual mungkin memiliki fetish tertentu (sesuatu yang meningkatkan gairah seksual), namun itu belum tentu gangguan seksual. 

Sebenarnya, kata fetish diambil dari tulisan antropologis di mana “fetish” (dibaca feitico) mengacu pada pesona yang dianggap mengandung kekuatan magis atau spiritual. Kemudian konsep ini dalam bidang psikiatri ditunjukkan oleh referensi Sigmund Freud, dalam karyanya Three Contributions to the Theory of Sex, ke objek seksual fetishist. 

Dalam psikologi, fetish adalah salah satu bentuk dari parafilia (penyimpangan seksual) yang melibatkan keterikatan erotis pada benda mati atau bagian tubuh manusia. Namun, kebanyakan orang yang memiliki fetisisme tidak memenuhi kriteria klinis untuk gangguan parafilia, di mana fetish mereka tidak merugikan atau menyakiti orang lain. 

Fetishisme sebagai penyimpangan seksual atau kondisi mental dapat didefinisikan sebagai kebutuhan untuk menggunakan objek nongenital untuk mencapai kepuasan seksual, di mana perilaku seksual, imajinasi, fantasi dari fetishist merugikan orang lain, menyebabkan penderitaan orang lain, atau menimbulkan gangguan fungsional secara signifikan. Nah, itu disebut juga sebagai gangguan fetisisme (Fetishistic/Fetishm Disorder)

Baca Juga: 16 Tipe Cinta Berdasarkan Studi Ancient Greeks dan Triangular Theory of Love

Apakah Fetish Berbahaya?

Seperti yang sudah disebutkan, bahwa setiap orang mungkin memiliki fetish masing-masing. Orang yang memiliki fetisisme juga belum tentu memiliki kriteria penyimpangan seksual atau gangguan mental. Walaupun demikian, mungkin perlu pemeriksaan psikolog untuk memeriksa apakah fetisisme itu berbahaya atau tidak. 

Fetishisme/fetisisme adalah gangguan penyimpangan seksual atau dianggap berbahaya bila terlalu ekstrim, tidak disetujui pasangan, dilakukan berdasarkan pemaksaan, atau berpotensi menyebabkan kerugian orang lain secara signifikan. 

Sebagai contoh, fetish BDSM di mana satu orang bertindak sebagai dominant (suka menyiksa) dan pasangan sebagai submissive (suka disiksa). Ini menjadi berbahaya bila seorang dominant melakukan fetish BDSM pada orang lain yang tidak menyentujui perilaku tersebut atau bila dia melakukannya tanpa persetujuan dan aturan yang baik, hingga menimbulkan kerugian atau penderitaan bagi pihak lain. 

Sementara fetish umum seperti terangsang akibat kaki, baju seksi, rambut panjang, lipstik merah, dan objek lain yang serupa cenderung tidak berbahaya dan juga tidak membahayakan pasangan. 

Namun, silakan konsultasi ke profesional bila kamu atau pasangan kamu merasa ketergantungan pada fetish di luar batas. Juga bila seseorang mencapai orgasme hanya dengan melihat atau bermain dengan objek fetish, tanpa melakukan hubungan intim yang nyata dengan pasangan hingga menimbulkan masalah dalam hubungan, silakan konsultasi ke profesional. 

Ciri-Ciri Gangguan Fetishisme

Sudah paham bahwa seseorang mungkin memiliki fetish masing-masing. Pahami juga ciri-ciri gangguan fetishisme atau bila fetish itu sudah berlebihan: 

  • Memiliki fantasi dan rangsangan seksual terhadap objek tidak hidup, benda mati, atau bagian tubuh manusia non-genital, di mana fungsi seksualnya sama sekali tidak berfungsi dengan baik tanpa melibatkan objek fetish tersebut. 
  • Fantasi seksual tersebut berlangsung intens dan terjadi lebih dari 6 bulan. 
  • Fetishisme tersebut memicu gangguan secara mental dan fungsi sosial. Contohnya, membuat dia tidak bisa menjalani aktivitas sehari-hari dan fungsi kehidupan dengan baik. 
  • Merugikan pihak lain atau menyebabkan penderitaan bagi pasangan.

Baca Juga: 29 Istilah Dating Tren di Kalangan Millennial yang Belum Kamu Tahu

Cara Mengatasi Fetish Pasangan

Silakan konsultasi ke profesional bila kamu atau pasangan kamu memiliki fetish (gone wrong), preferensi seksual, atau aktivitas seksual yang dirasa tidak tepat. 

Pengobatan gangguan fetisistik yang umum digunakan termasuk psikoterapi, obat-obatan, inhibitor reuptake serotonin, atau kombinasi semuanya. 

Hal yang paling penting juga untuk melakukan konseling pasangan untuk mencari solusi terbaik untuk mengatasi apapun masalah yang mungkin kalian hadapi. 

Referensi

  1. Brown, George R. MD, 2021. Fetishistic Disorder. msdmanuals.com/professional/psychiatric-disorders/paraphilic-disorders/fetishistic-disorder. Accessed on 6st August 2021).
  2. Britannica. 2020. Fetishism. britannica.com/science/fetishism-psychology. (Accessed on 6st August 2021).
  3. chloehughesmediaa2. 2016. Three Types of Fetishism. chloehughesphotomedia.wordpress.com/2016/04/12/three-types-of-fetishism/amp/. (Accessed on 6st August 2021).
  4. N., Pam M.S. 2013. Fetishism. psychologydictionary.org/fetish/. (Accessed on 6st August 2021).
  5. School Work Helper. 2020. Fetishism: History & Types. schoolworkhelper.net/fetishism-history-types/. (Accessed on 6st August 2021).

Author: A Writer in The Dark

“Misery, sadness, loss of faith, no reason to live… this is perfect for you.” — Vance from 500 days of Summer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s