13 Contoh Kasus Gangguan Kepribadian Narsistik (Pacar Narsis?)

Beberapa tahun lalu kata ‘narsis’ populer digunakan oleh remaja untuk menyebut seseorang yang suka pamer dan terlalu bangga pada dirinya sendiri. Namun, apa contoh kasus gangguan kepribadian narsistik sebenarnya dan bagaimana ciri pacar yang narsistik?

Apa Itu Gangguan Kepribadian Narsistik?

Gangguan kepribadian narsistik adalah gangguan kepribadian pada seseorang yang ditandai dengan rasa cinta dan harga diri tinggi pada diri sendiri dalam porsi yang tidak wajar atau tidak tulus. Mereka biasanya membanggakan diri sendiri agar orang lain terlihat kecil dibandingkan dirinya. 

Tipe kepribadian narsistik (Narcissistic Personality Disorder) mencakup perilaku egoisme, manipulatif, sombong, menuntut, menggurui, kepercayaan diri ekstrim namun sebenarnya insecure, penuh delusi, sensitif, nggak punya empati untuk orang lain, dan cenderung meremehkan orang lain. Orang dengan kepribadian narsistik biasanya tidak bisa menerima kritik, komentar buruk, saran, atau penolakan. 

Mereka pada dasarnya ingin selalu menjadi pusat perhatian, ingin orang lain menganggap dirinya yang terhebat, ingin dipuji dan diperhatikan, serta berpikir dirinya adalah pusat dari segalanya. Dan sayangnya, kita mungkin pernah berhubungan dengan orang narsistik entah teman, anggota keluarga, bos, rekan kerja, pacar, atau pasangan yang sudah terikat (atau mungkin kita yang cenderung narsistik). 

Penyebab Gangguan Kepribadian Narsistik

Seperti kebanyakan gangguan kesehatan mental lainnya, tidak ada yang tahu pasti apa penyebab utamanya. Namun, berikut ini beberapa faktor penyebab gangguan kepribadian narsistik:

  • Bad Parenting. Anak yang tumbuh di lingkungan keluarga kurang harmonis, mengalami pelecehan, kekerasan, trauma, atau diasuh oleh orang tua yang abai, kasar, terlalu memanjakan, atau asuhan yang buruk akan membawa dampak buruk pada perkembangan anak saat remaja lalu dewasa, baik secara mental dan fisik. That’s why we all should learn about parenting before we ever decide to have children. 
  • Pergaulan bebas.
  • Faktor lingkungan. 
  • Pengaruh budaya. 
  • Ekspektasi tidak realistis.
  • Faktor genetika. Hubungan antara otak, pikiran, dan perilaku yang diwariskan secara neurobiologi dari orang tua atau keluarga. 

Seseorang kemudian bisa selalu lapar untuk mendapat validasi sempurna dari orang dan lingkungan sekitarnya, dan dia mungkin bisa menjatuhkan orang lain agar dirinya terlihat tinggi, dan itulah salah satu ciri kepribadian narsistik. 

Contoh Kasus Gangguan Kepribadian Narsistik 

Punya pacar narsistik? Atau mantan kamu seorang narsistik dan setelah putus dia masih ganggu kamu? Oh, I felt that. 

Coba cek beberapa contoh kasus gangguan kepribadian narsistik berikut ini: 

1. Merasa Dia yang Paling WAH 

“Everything revolves around you” Duh, you think so?

Ciri-ciri kepribadian narsistik yang pertama adalah saat seseorang menunjukan sifat lebih dari sombong, merasa lebih baik dari orang lain, dan merasa yang paling istimewa dan hanya cocok untuk orang di level yang sama. 

Bila bercerita tentang sebuah pencapaian atau apapun, meraka akan berbohong dan melebih-lebihkan semuanya agar mereka dapat atensi, perhatian, penghargaan, atau pengakuan. Intinya, mereka merasa sebagai pemain paling hebat dan orang paling wah sehingga semua orang harus memerhatikannya. 

2. Memanfaatkan Orang Lain untuk Keuntungan Pribadi 

Orang dengan kepribadian narsistik akan melakukan apapun agar dia mendapat atensi yang dia inginkan. Dia bisa memanfaatkan orang lain untuk mencapai tempat yang dia tuju. 

Dia tidak akan peduli bila apa yang dia lakukan bisa menyakiti orang lain. Menurutnya, dia harus berada di tempat paling atas, on the best light spotlight, dan menggunakan orang lain sebagai objek untuk memenuhi target pribadinya.  

3. Selalu Haus Pujian 

Dia pikir apa yang dia lakukan itu sangat hebat (padahal biasa saja) dan dia menuntut orang-orang untuk memujinya dan mengaguminya secara konstan. Setiap pujian akan membuatnya terbang, itu adalah ego dan rasa superioritas dirinya.

Bila sekali dia tidak mendapat pujian atau rasa kekaguman dari orang lain, maka itu menjadi masalah. Dia mungkin anggap kamu tidak menghargai atau menyayanginya, atau sedang mengkhianatinya. 

Baca Juga: 15 Contoh Kekerasan Emosional dalam Hubungan (Ciri dan Dampak Psikologis)

4. Hidup di Dunia Fantasi 

Baiklah, kita semua hidup dengan fantasi masing-masing yang sungguh itu bisa dimaklumi. Namun, orang dengan kepribadian narsistik cenderung menganggap fantasinya nyata serta didukung dengan delusi atas keagungan dirinya sendiri. 

Misalnya, seseorang hidup dalam fantasi dimana dirinya paling sukses, kuat, cantik atau ganteng, ideal, sempurna, kaya dan mereka merasa istimewa, yang faktanya tidak seperti itu. Dia membanggakan dirinya lebih dari porsinya hingga lupa dengan dunia nyata. 

5. Selalu Menuntut  

Contoh kasus gangguan kepribadian narsistik adalah seseorang yang merasa berhak atas apapun karena merasa dirinya yang paling sempurna. Dia percaya bahwa dia pantas dan berhak mendapatkan semua yang dia inginkan, serta orang-orang di sekitarnya harus secara otomatis paham untuk memenuhi semua kebutuhan dan keinginan dia. 

Tidak ada debat ini dan itu, namun hanya memenuhi semua tuntutannya. Mungkin surannya terdengar seperti ini, “elu ga tau gw siapa, hah? kalo gw lewat sini harus dikasih karpet merah!” Duh. 

6. Menghina Orang lain 

Seorang narsistik merasa dirinya yang paling benar dan mereka memiliki kecenderungan untuk meremehkan, menghina, menindas, atau mengintimidasi orang lain. Terutama orang-orang yang terlihat lemah, dia akan semakin menghinanya sehingga dia bisa memenuhi egonya untuk bisa terlihat sebagai yang paling sempurna. 

7. Tidak Bisa Menerima Kritik dan Saran 

Kamu memberi saran pada seorang narsistik untuk memperbaiki sesuatu? No, dia tidak bisa menerima itu karena dia merasa dia yang paling hebat dan paling pintar. Komentar, saran, ide, atau kritik membangun yang kamu berikan adalah sebuah penghinaan atau pengkhianatan baginya. 

8. Percaya Diri Ekstrim 

Kita semua harus membangun kepercayaan diri dari waktu ke waktu, namun bila terlalu berlebihan, kita akan terbang ke angkasa dan tidak pernah kembali ke bumi. 

Contoh kasus gangguan kepribadian narsistik adalah mereka yang punya kepercayaan diri ekstrim dan kamu tahu setiap hal berlebihan cenderung tidak baik. Terlalu PD sehingga menghina orang lain, tidak mau belajar lagi, tidak paham realita, atau tidak menghargai apapun. 

9. Melebih-lebihkan Apapun 

Bila memiliki pencapaian atau apapun itu, seorang narsistik akan melebih-lebihkan cerita agar lebih dramatis dan dirinya semakin terlihat hebat, atau sederhana saja agar dia menjadi pusat perhatian itu. Dia juga akan berusaha sangat ekstra agar orang lain melihat apa yang dia punya dan kemudian meremehkan kamu karena kamu tidak punya itu. 

Baca Juga: Apa Itu Toxic Relationship? Ciri, Tipe, Penyebab, Cara Mengatasi, dll

10. Merasa Iri 

Dia akan iri bila orang bila orang lain memiliki sesuatu yang lebih darinya atau sesuatu yang dia tidak miliki. Dan dia juga percaya, bahwa orang-orang harusnya iri padanya karena dia yang terhebat dan terdepan dalam apapun itu. 

11. Tidak Punya Empati 

Seseorang dengan gangguan kepribadian narsistik tidak peduli dan tidak punya empati pada orang lain. Kenapa? Karena dirinya adalah pusat matahari atau bulan (self-centered), menurutnya, dan orang-orang lain harus mengorbit di sekitar dia. 

12. Hanya Mau dengan yang “Selevel”

Dia percaya bahwa dirinya sangat spesial dan hanya pantas untuk orang yang spesial juga atau berada dalam status yang sama. Dalam aplikasinya, dia akan merendahkan orang lain yang dia pikir tidak satu level dengannya. 

13. Semua Hanya tentang Dia 

You just want attention, you don’t want my heart
Maybe you just hate the thought of me with someone new
Yeah, you just want attention, I knew from the start
You’re just making sure I’m never gettin’ over you

Attention – Charlie Puth

Bila kamu punya pacar dengan kepribadian narsistik, kamu akan merasakan seperti semua hal harus berdasarkan keputusan atau keinginan dia. Kamu harus selalu melayaninya seperti yang dia mau, sementara kebutuhan kamu sendiri tidak terpenuhi. Ya, dia egois dalam level yang lebih mahir. 

Itulah beberapa contoh kasus gangguan kepribadian narsistik. Selanjutnya, semoga kita bisa bahas tentang cara menghadapi pasangan narsistik, ya! See you and we hope you find a good lover very soon. 

Referensi:

Help Guide. 2020. Narcissistic Personality Disorder. helpguide.org/articles/mental-disorders/narcissistic-personality-disorder.htm.

Cherry, Kendra. 2020. What Is Narcissistic Personality Disorder (NPD)? verywellmind.com/what-is-narcissistic-personality-disorder-2795446#causes.

Author: A Writer in The Dark

“Misery, sadness, loss of faith, no reason to live… this is perfect for you.” — Vance from 500 days of Summer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s