Kapan Harus Putus dengan Pacar? Ini 10 Tanda Hubungan Harus Diakhiri

Kapan harus putus dengan pacar? Itu ketika kamu dan dia lebih sering ribut daripada bahagia, sering putus nyambung, atau memiliki hubungan yang tidak sehat. Pelajari apa saja tanda dan kapan harus putus sama pacar kamu dalam pembahasan ini:

Kapan Harus Putus dengan Pacar? 

Bila kamu mencari artikel tentang “kapan harus putus dengan pacar” maka itu adalah tanda pertama bahwa kamu memang harus putus sama pacar kamu, yang dirasa sudah masuk ke dalam hubungan tidak sehat. Ketahui lebih banyak tentang tanda harus putus dengan pacar, berikut ini: 

1. Sering Putus Nyambung 

Saat masih remaja, kamu dan pacar kamu sering putus nyambung dalam hubungan cinta monyet. Di masa itu, hubungan putus nyambung rasanya masih menyenangkan dan baik-baik saja. 

Berbeda bila kamu sering putus nyambung pada hubungan cinta saat sudah dewasa. Itu menandakan bahwa kalian mungkin sama-sama belum bisa mempelajari karakter satu sama lain, tidak tahu cara menyelesaikan masalah dengan baik, dan bahkan tidak tahu mengapa harus selalu putus-nyambung.

2. Saling Nggak Bisa Percaya

Kalian berdua sama-sama tidak saling percaya dan tidak dapat menjaga kepercayaan. Misalnya, pacar kamu pernah selingkuh, kamu sering cek ponselnya hanya untuk memastikan hal-hal kecil, atau pacar mencurigai kamu berbohong. Bila tidak ada kepercayaan dan tidak dapat membangun serta menjaga kepercayaan, maka itu tanda harus putus saja. 

3. Tidak Berkorban atau Salah Satu berkorban Terlalu Banyak 

Kapan harus putus dengan pacar? Saat kamu terlalu banyak berkorban dan dia tidak (atau sebaliknya).

Mereka bila cinta adalah pengorbanan, namun berbeda bila hanya satu pihak yang terus berkorban. Hubungan seperti itu tidak seimbang. Satu pihak akan merasa lelah dan tersakiti. 

4. Tidak Saling Berusaha Lagi 

Mungkin, kalian sudah pada puncak lelah pada hubungan hingga satu sama lain sudah tidak mau usaha lagi. Tidak ada yang berusaha menyelesaikan masalah, memberi solusi, ingin berdamai, atau saling mengerti. Bila sudah begini, pacaran pun pasti sudah tidak bahagia lagi. Kamu dan dia mungkin harus putus saja demi kebaikan masing-masing. 

Baca Juga: 34 Tanda Harus Putus Sama Pacar Kamu Sekarang!

5. Ada Kekerasan Fisik atau Emosional 

Bila ada kekerasan fisik atau kekerasan secara emosional, maka itu adalah alarm bahaya dalam hubungan. Kamu harus lari secepat dan sekencang mungkin dari hubungan tersebut. 

Contoh kekerasan emosional adalah saat dia memanipulasi kamu, memanfaatkan kamu, mengontrol kamu, membohongi kamu, selingkuh dari kamu, dan terus-menerus membuat kamu merasa sedih serta bersalah. 

6. Selalu Bertengkar 

Pertengkaran pasti ada, dan seringkali bisa membuat hubungan menjadi semakin erat bila bisa diselesaikan dengan baik. Namun, bila kalian sering bertengkar hebat, itu tanda kamu harus putus. 

Sering kali ada pasangan yang selalu ribut dan bertengkar hebat akan hal-hal kecil, atau bertengkar hingga mereka lupa apa penyebabnya, dan terus bertengkar lebih sengit daripada pertengkaran superheroes Marvel. 

7. Sudah Nggak Cinta Lagi 

Kapan harus putus dengan pacar? Saat kamu merasa tidak cinta lagi sama pacar kamu (atau sebaliknya), atau saat perasaan itu datang dan pergi. Hubungan hanya akan berjalan langgeng bila kedua pihak saling mencintai dan saling berusaha. 

8. Hubungan Toksik 

Toxic relationship adalah hubungan beracun di mana kedua pihak seperti selalu memiliki masalah dan membuat frustasi. Pacar kamu mungkin posesif, kamunya needy, dia manipulatif, suka mengontrol, dan kalian hanya terus bertengkar. 

Pahami tentang toxic relationship di sini: 

9. Nggak Ada Masa Depan Bersama 

Coba pejamkan mata kamu dan bayangkan apakah kamu bisa memiliki masa depan cerah dengan pacar kamu ini. Apakah kamu bisa melihat dirinya di hidup kamu dalam 5, 10, 20, dan berpuluh-puluh tahun lagi? 

Apakah kamu bisa menerima karakter dan perilakunya yang seperti itu, yang nanti akan menjadi DNA anakmu? Hanya apakah kamu ingin terus melihatnya di masa depanmu?

10. Kalian Tidak Cocok Bersama 

Seperti apapun yang sudah kalian lakukan untuk terkoneksi dengan baik dalam hubungan tersebut, selalu ada sesuatu yang dirasa kurang pas. Mungkin, tidak ada yang salah dari kalian masing-masing, hanya bukan pasangan yang tepat untuk satu sama lain. 

11. Dalam Hati Kamu Mengatakan Harus Putus 

Kita semua memiliki “feeling” atau “insting” yang mengatakan bila hubungan tidak akan lancar dan sebaiknya putus. Entah apapun alasannya, coba dengarkan apa kata hati kamu secara realistis. 

Referensi: 

Lamothe, Cindy. 2019. healthline.com/health/when-to-break-up-with-someone-you-love. 

Author: A Writer in The Dark

“Misery, sadness, loss of faith, no reason to live… this is perfect for you.” — Vance from 500 days of Summer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s